Hati-hati Barang Tidak Resmi di Toko Handphone!

Ponsel saat ini menjadi kebutuhan tersendiri hampir untuk setiap orang karena dengan menggunakan handphone, Anda tidak hanya dapat menelepon orang, berkirim pesan namun juga melakukan hal lainnya seperti memotret dengan menggunakan aplikasi yang ada di ponsel pintar. Di toko handphone, terdapat berbagai macam ponsel yang dapat Anda pilih sesuai dengan selera Anda. Sayangnya, tidak semua tempat yang menjual handphone tersebut menjual ponsel yang asli, baik produk tersebut adalah produk BM atau black-market, palsu ataupun refurbish.


Salah satu ciri utama dari ponsel yang asli dan resmi adalah ponsel tersebut memiliki IMEI. The International Mobile Station Equipment Identity atau yang lebih dikenal dengan nama IMEI adalah nomor identitas dari ponsel yang diproduksi. Masing-masing ponsel walaupun mempunyai merk dan bentuk atau jenis yang sama namun akan memiliki IMEI yang berbeda. Karena diatur secara ketat, tidak mungkin ada IMEI ganda dan bahkan barang black-market tidak mempunyai IMEI asli. Pengecekan IMEI menjadi cara paling mudah untuk menentukan apakah ponsel tersebut asli atau palsu.

Cara pengecekan IMEI yaitu setelah Anda membeli ponsel, masukkan kode *#06#. Nantinya, akan ada 15 digit dari nomor IMEI. Catat nomor tersebut dan kemudian cocokkan dengan IMEI yang tertera di ponsel atau di dus dan body ponsel. Anda juga dapat mengunjungi situs khusus yang dapat membantu Anda untuk mengecek apakah nomor IMEI yang ada di ponsel tersebut benar-benar asli atau tidak. Caranya yaitu buka website tersebut, pilih menu Number analysis tools yang ada di sisi kiri lalu masukkan nomor IMEI dan klik analyze. Jika terdapat perbedaan walaupun hanya 1 nomor maka berarti nomor tersebut palsu.

Anda juga harus mengenali ciri-ciri dari ponsel black market, replica ataupun refurbish saat Anda membeli di toko handphone. Langkah mudah untuk mengenali apakah ponsel tersebut produk BM atau tidak adalah lewat harganya. Ponsel black market biasanya dijual dengan harga hingga 30% lebih murah dan bahkan beberapa ada yang menjual hingga 50% lebih murah. Jenis handphone ini sangat susah untuk dibedakan dengan yang aslinya jika hanya dilihat sekilas sehingga Anda perlu mengecek IMEI yang ada di ponsel tersebut untuk memastikan keasliannya.

Untuk membedakan dengan handphone replika, Anda tidak boleh hanya melihat tampilan luarnya karena tampilan tersebut sering menipu. Selain karena memiliki harga yang lebih murah, jenis handphone replica menggunakan komponen yang terbuat dari bahan yang di bawah kualitas dari ponsel asli. Cara pengecekan dapat anda lakukan sendiri misalnya dengan mengecek fitur kamera apakah hasil bidikan seperti produk handphone yang lainnya, yang sama merk dan tipenya, ataukah berbeda. Anda juga dapat mengecek suara atau output yang ditimbulkan, apakah bening atau ada output dengan suara lain misalnya kresek-kresek.

Sedangkan untuk handphone refurbish atau jenis handphone daur ulang, adalah jenis handphone yang merupakan barang bekas namun dapat dikemas kembali sehingga ponsel tersebut menjadi terlihat seperti handphone baru. Toko handphone yang menjual jenis ponsel ini biasanya akan berani untuk memberikan harganya hingga lebih dari 50% untuk pembelinya dan harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga handphone yang ada di pasaran. Selain masalah harga, Anda juga dapat mengecek apakah handphone tersebut mempunyai kartu garansi atau tidak. Hal tersebut dikarenakan ponsel refurbish tidak dapat untuk digaransikan karena sudah dibuka dan diotak-atik.

0 comments