Perbedaan sabun bayi dengan pH asam dan basa

Kamu pasti sudah sering membaca dan juga mengenal mengenai pentingnya pH pada sabun bayi. Sabun bayi yang aman memang memiliki kandungan pH seimbang. Ini berarti pH pada sabun sudah disesuaikan dengan keadaan kulit bayi. Jenis sabun dengan pH seimbang ini biasanya lebih lembut serta memiliki kandungan khusus untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit. Namun selain itu, masih ada jenis sabun bayi lain. Sabun bayi dengan sifat pH basa yang juga banyak digunakan.

Perbedaan sabun bayi dengan pH asam dan basa


Ketika membahas mengenai cara memandikan bayi, kamu tentunya juga memahami cara memilih sabun yang tepat. Nah, bagaimana dengan sabun bayi dengan pH asam serta basa ini? Apa perbedaa dan mana yang sebaiknya dipilih untuk sang buah hati?

1. Sabun Bayi Basa

Sabun bayi basa memiliki sebuah ciri khusus. Salah satunya berbentuk lebih padat serta menghasilkan busa lebih banyak. Jenis sabun bayi ini biasanya dianjurkan digunakan untuk bayi di usia 6 bulan ke atas hingga anak-anak.

Berbeda dengan banyak pendapat, sabun bayi basa bisa digunakan ketika bayi sudah mulai merangkak, berjalan, hingga banyak beraktifitas. Jenis sabun bayi ini lebih mudah dalam membersihkan kotoran hingga keringat pada kulit. Sehingga kulit pun akan kembali bersih dan segar.

Di sisi lain, sabun bayi basa ini akan memberikan rasa kesat pada kulit. Serta mudah terjadi iritasi bila kulit bayi sensitif.

2. Sabun Bayi Asam

Sabun bayi asam biasanya memiliki pH yang sama dengan kulit bayi, yaitu 5,5. Sabun jenis ini memiliki karakter yang lembut dengan busa yang tidak terasa kaku. Sabun bayi yang aman untuk baru lahir ini tidak terlalu membersihkan kotoran pada kulit. Sebaliknya jenis sabun ini justru memberikan perlindungan dari terjadinya iritasi. Salah satunya dengan menjaga keasaman pada kulit serta memberikan kelembaban ekstra.

Baca Juga : 7.Perlengkapan Bayi Untuk Kesehatan

Meskipun terdengar memiliki banyak manfaat, jenis sabun ini lebih sulit dibersihkan. Sehingga seringnya masih ada residu yang tertinggal di kulit. Residu ini yang nantinya bisa menjadi masalah seperti ruam hingga kulit bintik merah karena bakteri.

0 comments